Minggu, 22 Mei 2011
Orgasme wanita
Penelitian terbaru para ahli menunjukkan, setiap wanita ternyata memiliki dua mekanisme atau pola berbeda dalam mencapai kepuasan seksual. Para ilmuwan di Rutgers University, New Jersey AS, berhasil memetakan pola orgasme kaum Hawa menggunakan alat pemindai untuk mengetahui daerah otak yang aktif saat mengalami rangsangan seksual.
Hasilnya menunjukkan, ada mekanisme berbeda saat wanita mengalami klimaks. Salah satu pola muncul saat mereka berfantasi atau melakukan seks sendiri tanpa pasangan. Sedangkan pola lainnya tercipta ketika mereka sedang bercinta dengan pasangannya.
Seperti dilansir Daily Mail, tim peneliti yang dipimpin Barry Komisaruk melakukan pemindaian menggunakan scan MRI pada sejumlah relawan perempuan dan meneliti apa yang terjadi pada otak wanita saat mencapai klimaks.
Hasil penelitian itu mengungkap adanya ledakan aktivitas pada 30 wilayah otak wanita. Di antara bagian yang mengalami stimulasi adalah daerah prefrontal cortex, bagian otak yang mengendalikan fungsi kendali yang rumit seperti imajinasi, keinginan dan pembuatan keputusan.
Implikasi lainnya adalah otak wanita ternyata juga memiliki pola akitivitas saraf yang berbeda saat mengalami kepuasan seksual, utamanya ketika mereka dalam keadaan sendiri atau saat bersama pasangan.
Menurut peneliti, hal itu mengindikasikan bahwa wanita yang mencapai orgasme sendirian mengalami hal yang berbeda dengan ketika ia menikmati kepuasan puncak bersama pasangan atau kekasihnya.
"Informasi ini dapat membantu menemukan suatu terapi bagi wanita yang sulit mencapai orgasme atau bahkan tak dapat orgasme sama sekali. Penelitian ini membantu cara menikmati seks yang lebih baik," ungkap Kayt Sukel, seorang relawan yang terlibat dalam riset.
Sementara Mr Komisaruk mengatakan : "Orgasme adalah suatu kasus istimewa dari kondisi sadar. Jika kita dapat menemukan cara lain dalam memicu timbulnya orgasme, kita mungkin dapa memahami lebih baik bagaimana kita dapat menggunakan proses top-down untuk mengendalikan apa yang kita rasakan secara fisik".
Hasil penelitian Komisaruk berbeda dengan studi lainnya yang dilakukan ilmuwan dari Universitas Groningen, Belanda. Riset serupa yang dipimpin Janniko Georgiadis menunjukkan, daerah prefrontal cortex dalam kondisi tidak aktif saat seorang perempuan mencapai klimaks. Tetapi penelitian di Belanda ini hanya fokus pada perempuan yang berhubungan intim dengan pasangannya.
"Ketika Anda bertanya pada seseorang bagaimana rasanya orgasme, mereka menggambarkannya sebagai perasaan hilangnya kendali. Saya kira, orgasme tidak menghilangkan kesadaran, tetapi mengubahnya. Sangat mungkin ada perbedaan antara seseorang yang mencoba melakukan rangsangan seksual secara mental dengan mereka yang mendapat rangsangan dari pasangan," kata Mr Georgiadis.
Para ahli rencananya akan melakukan penelitian yang sama pada kaum pria. Akan tetapi, penelitian ini bakal menemui sejumlah kendala teknis, mengingat sejumlah fakta bahwa sebagian besar lelaki tidak banyak menggunakan otaknya saat beraktivitas seksual, dan durasi orgasme mereka pun lebih singkat.
from : kompas.com
Jumat, 13 Mei 2011
Perkawinan Kurang Bahagia Bikin Jantung Merana
Tubuh memang ahli menerjemahkan kondisi pikiran. Saat Anda sedang tertekan dan stres ketika menghadapi masalah besar dalam perkawinan, tubuh pun ikut merana. Hubungan yang hanya diisi dengan pertengkaran, kemarahan dan kesedihan bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh.
Hubungan yang kurang harmonis bisa membuat jantung Anda bermasalah. Menurut penelitian terhadap 2000 studi yang dimuat dalam Journal of the American Medical Association, wanita yang tidak bahagia dalam perkawinannya 2,9 kali lebih sering membutuhkan operasi jantung, menderita serangan jantung atau meninggal karena penyakit jantung.
Faktor kurang bahagia tadi bahkan lebih besar dibanding faktor risiko penyakit jantung lain seperti usia, kebiasaan merokok, diabetes, hipertensi dan kadar kolesterol.
Hal tersebut bukan hanya terjadi pada perempuan menikah. Wanita yang masih lajang namun juga tidak bahagia dengan kekasihnya juga memiliki risiko sakit yang sama.
Peneliti lain yang menulis di American Journal of Cardiologi tahun 2006 juga mengungkapkan kaitan antara kebahagiaan hubungan dengan penyakit kronik seperti gagal jantung.
Dalam penelitian itu ditemukan pasien yang menderita penyakit jantung parah dan juga memiliki perkawinan tidak bahagia biasanya tidak mampu bertahan hidup lebih dari 4 tahun.
from : kompas.com
Vitamin C kurangi asam urat
VITAMIN C ternyata tak hanya bagus untuk memperbaiki kondisi tubuh usai operasi atau saat lemah, melainkan juga baik bagi mereka yang menderita penyakit asam urat atau gout, satu bentuk rematik yang menyebabkan munculnya peradangan pada sendi-sendi.
"Asupan vitamin C menyediakan pilihan lain yang bermanfaat dalam mencegah penyakit asam urat," jelas Dr. Hyon Choi dan koleganya dari universitas British Columbia di Vancouver, Kanada.
Korban-korban penyakit gout memiliki ciri biasanya berusia 40-an atau lebih dan pria, meski kadang juga wanita. Vitamin C dikatakan para ahli ini dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah.
Gout, merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sendi dan terkait dengan penyalahgunaan alkohol, kegemukan, tekanan darah tinggi dan diet tinggi daging serta keju.
Di Amerika Serikat, penyakit ini nyaris menyerang sekitar 3 juta warga. Sebuah observasi atas 47.000 pria Amerika dari tahun 1986 hingga 2006 dengan beragam masalah kesehatan menemukan bahwa setiap 500 mg vitamin C yang dikonsumsi menurunkan risiko terkena gout hingga 17 persen.
Sementara itu. sekitar 70 mg vitamin C dapat Anda peroleh dari sebuah jeruk. Konsentrasi lebih tinggi dapat diperoleh dari pil suplemen.
Risiko makin berkurang hingga 45 persen bagi mereka yang mengonsumsi Vitamin C 1.500 mg per hari dibanding mereka yang mengonsumsi 250 mg per hari, kata tim yang dikepalai Choi yang sekarang mengajar di Universitas Boston, Amerika Serikat.
from: kompas.com
Alkohol picu asam urat
Asam urat (gout) yang menyebabkan rasa ngilu di persendian terjadi karena timbunan kristal urat. Salah satu pemicu asam urat adalah makanan yang mengandung kadar purin tinggi, seperti jeroan, sayur, kacang-kacangan, dan produk hewani.
Alkohol juga mengandung purin. Selain itu, alkohol akan memicu pengeluaran cairan sehingga meningkatkan kadar asam urat di dalam darah. Alkohol juga bisa memicu enzim tertentu di dalam liver yang memecah protein dan menghasilkan lebih banyak asam urat.
Akan tetapi, sebenarnya penyakit asam urat digolongkan menjadi dua, yaitu penyakit gout primer dan penyakit gout sekunder. Pada penyakit gout primer, 99 persen penyebabnya belum diketahui, diduga karena kombinasi faktor genetik dan hormonal yang mengganggu metabolisme.
Penyakit gout sekunder disebabkan peningkatkan produksi asam urat akibat faktor makanan yang mengandung kadar purin tinggi.
Umumnya yang terserang asam urat adalah kaum pria. Hal ini karena perempuan mempunyai hormon estrogen yang ikut membantu pembuangan asam urat lewat urine. Selama seorang perempuan memiliki hormon estrogen, pembuangan asam uratnya ikut terkontrol. Ketika memasuki usia menopause, barulah perempuan terkena asam urat.
Kadar asam urat yang normal pada pria berkisar 3,5-7 mg/dl dan pada perempuan 2,6-6 mg/dl. Kadar asam urat di atas normal disebut hiperrurisemia.
Beberapa penelitian menunjukkan kaitan antara konsumsi kopi dan kadar asam urat yang rendah. Namun, para peneliti masih terus melakukan kajian mengenai hal ini.
Vitamin C juga efektif untuk mengurangi kadar asam urat dalam darah. Mereka yang berisiko tinggi disarankan mengonsumsi buah sumber vitamin C.
Selasa, 10 Mei 2011
Pingin Bahagia
TERNYATA, orang yang bahagia cenderung suka makan permen dan lebih memilih rasa buah. Ini adalah sebuah penelitian yang menganalisa hubungan rumit antara emosi positif dan konsumsi makanan.
"Sebagian besar dari kita menyadari bahwa kita sering makan secara emosional, tapi bagaimana kita dapat memilih camilan yang sehat atau tidak ketika sudah merasa kenyang?" tanya peneliti Karen Page Winterich dari Pennsylvania State University dan Kelly L. Haws dari Texas A & M University. Mereka pun lalu mengadakan penelitian yang dilaporkan di Journal Consumer Research edisi April 2011.
Untuk memahami mengapa seseorang akan lebih memilih permen daripada sepotong buah, penulis studi mendalami perbedaan antara perasaan positif yang muncul dari pemikiran tentang masa lalu (kebanggaan dan kebahagiaan) dan harapan masa depan yang berorientasi emosi.
Dalam studi pertama, peserta yang memiliki harapan mengonsumsi sedikit permen cokelat M&Ms daripada orang yang mengalami kebahagiaan, menurut pernyataan Penn State.
Dalam studi kedua, mereka menemukan bahwa peserta yang lebih terfokus pada masa lalu memilih camilan yang tidak sehat.
Dalam studi ketiga, para peneliti menggeser fokus penelitian pada emosi positif yakni membuat para peserta merasa memiliki harapan tentang masa lalu atau memiliki mereka kebanggaan pengalaman di masa depan.
"Artinya, jika seseorang memiliki rasa bangga, ia lebih suka camilan yang tidak sehat."
Akhirnya, penulis membandingkan emosi positif di masa depan yang berfokus pada harapan dan kebanggaan dan fokus emosi negatif (takut dan malu). Mereka menemukan bahwa kombinasi dari positif dan fokus masa depan meningkatkan pengendalian diri.
"Jadi pada saat Anda merasa baik, jangan terlalu berfokus pada semua hal yang baik di masa lalu. Sebaliknya, terus yang berpikir positif dan fokus pada masa depan, terutama segala hal baik yang Anda bayangkan akan datang. Dengan begitu, Anda akan menjaga berat badan," kata para peneliti.
Senin, 09 Mei 2011
Sekam Beras Hitam Cegah Alergi
menyatakan bahwa beras hitam, beras yang termasuk varietas beras yang berwarna hitam dan mengandung banyak manfaat, ternyata dapat membantu meredakan peradangan yang menyebabkan alergi, asma, dan penyakit lainnya.
Penelitian digelar Mendel Friedman dan rekan-rekannya di Departemen Pertanian AS Western Regional Research Center di Albany, California. Dalam penelitian sebelumnya pun, kelompok peneliti itu telah mengidentifikasi beberapa manfaat kesehatan potensial dari mengonsumsi sekam beras hitam.
Sekam adalah kulit luar dari biji-bijian yang dipisahkan saat proses pengolahan untuk menghasilkan nasi putih. Penelitian dilakukan terhadap kultur sel memperlihatkan sekam beras hitam menekan pelepasan histamin yang menyebabkan peradangan.
Penelitian terbaru ini dilakukan dengan memberikan sekam beras hitam pada tikus percobaan di laboratorium. Menu makan yang terdiri atas 10 persen sekam beras hitam mengurangi peradangan yang berhubungan dengan dermatitis kontak alergi, jenis umum iritasi kulit.
Laporan lengkap penelitian ini dipublikasikan di jurnal dwimingguan Journal of Agricultural and Food Chemistry edisi Maret 2011.
from: mediaIndonesia.com
masuk angin Gejala stress
Stres memang akrab dengan keseharian kita. Mungkin karena stres sudah dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, banyak orang yang tidak menyadari keberadaan stres. Apalagi tanda-tanda stres sangat umum.
Untuk mengetahui seseorang mengalami stres atau tidak, diperlukan pengamatan gejala, baik fisik maupun psikis selama dua minggu.
Secara psikologis stres tampil dalam wujud perasaan cemas, panik, perilaku gelisah, emosi labil, cepat tersinggung, malas, frustasi, dan sebagainya.
Selain itu stres juga mendatangkan gejala fisik, seperti gangguan hormonal, sakit maag, pusing, sakit kepala, sakit pinggang, sering masuk angin, sulit berkonsentrasi, serta gangguan tidur.
"Rasa cemas berlebihan karena stres akan memacu hormon tertentu di dalam tubuh yang bisa meningkatkan peningkatan denyut jantung dan darah. Rasa cemas juga akan memicu produksi asam lambung," papar dr.Surjo Dharmono, Sp.KJ(K), dari Departemen Psikiatri FKUI/RSCM ini.
Cemas berkepanjangan juga akan menyebabkan ketegangan otot-otot tubuh. "Akibatnya muncul keluhan sering sakit kepala, gampang masuk angin, dan kelelahan kronis," imbuhnya.
Tidak jarang pasien yang sebenarnya memiliki stres berpindah-pindah dokter karena keluhan yang tidak kunjung hilang. Obat yang diminum pun tidak ada yang manjur. "Dalam dunia kedokteran gejala itu disebut psikosomatis, sehat tapi merasa sakit," katanya.
Surjo menyebutkan, sekitar 20-30 persen pasien yang berobat ke dokter umum sebenarnya adalah orang yang mengalami keluhan fisik karena stres.
Untuk mengetahui seseorang mengalami stres atau tidak, diperlukan pengamatan gejala, baik fisik maupun psikis selama dua minggu.
Secara psikologis stres tampil dalam wujud perasaan cemas, panik, perilaku gelisah, emosi labil, cepat tersinggung, malas, frustasi, dan sebagainya.
Selain itu stres juga mendatangkan gejala fisik, seperti gangguan hormonal, sakit maag, pusing, sakit kepala, sakit pinggang, sering masuk angin, sulit berkonsentrasi, serta gangguan tidur.
"Rasa cemas berlebihan karena stres akan memacu hormon tertentu di dalam tubuh yang bisa meningkatkan peningkatan denyut jantung dan darah. Rasa cemas juga akan memicu produksi asam lambung," papar dr.Surjo Dharmono, Sp.KJ(K), dari Departemen Psikiatri FKUI/RSCM ini.
Cemas berkepanjangan juga akan menyebabkan ketegangan otot-otot tubuh. "Akibatnya muncul keluhan sering sakit kepala, gampang masuk angin, dan kelelahan kronis," imbuhnya.
Tidak jarang pasien yang sebenarnya memiliki stres berpindah-pindah dokter karena keluhan yang tidak kunjung hilang. Obat yang diminum pun tidak ada yang manjur. "Dalam dunia kedokteran gejala itu disebut psikosomatis, sehat tapi merasa sakit," katanya.
Surjo menyebutkan, sekitar 20-30 persen pasien yang berobat ke dokter umum sebenarnya adalah orang yang mengalami keluhan fisik karena stres.
Langganan:
Postingan (Atom)






